Nama  : Antonius Lalaik Vavuu
Npm    : 10216970
Kelas   : 3EA04
Tugas ETIKA BISNIS ( Rangkuman )

Kelompok 1 ( Tugas 1 )
MEMAHAMI KONSEP DASAR ETIKA DAN MORAL PADA BERBAGAI PROFESI
Etika
Etika menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
a.       ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia
bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan
prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta

tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
b.      ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang
kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil
keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya
lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.
Dari sistematika di atas, kita bisa melihat bahwa Etika profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Kata hati atau niat biasa juga
disebut karsa atau kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan
oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
b. Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ; kelihatannya baik.
c. Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak baik.
d. Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga terlihat baik.
Pengertian Moral
            Pengertian moral adalah merupakan pengetahuan atau wawasan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakuan. Moralisasi yaitu uraian (pandangan dan ajaran) tentang perbuatan serta kelakuan yang baik. Demoralisasi, yaitu kerusakan moral.

( Tugas 2 )
STUDI KASUS ETIKA BISNIS PADA PT. PLN
Pengertian Etika Bisnis
            Etika bisnis merupakan landasan tentang moralitas dalam ekonomi atau bisnis dan semua pihak yang terkait untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan ilmu ekonomi dan mencapai tujuan atau mendapatkan laba, sehingga kita harus menguasai sudut pandang ekonomi, hukum dan etika maupun moral agar bisa mencapai target yang diinginkan. Moralitas selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh manusia, aspek baik atau buruk yang dilakukan oleh seseorang. Tetapi sampai sekarang masih belom pernah etika bisnis mendapat begitu banyak perhatian seperti sekarang.

Studi Kasus Melanggar Etika Bisnis
             PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan listrik nasional. Hingga saat ini, PT. PLN masih merupakan satu-satunya perusahaan listrik sekaligus pendistribusinya. Dalam hal ini PT. PLN sudah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat, dan mendistribusikannya secara merata.

            Usaha PT. PLN termasuk kedalam jenis monopoli murni. Hal ini ditunjukkan karena PT. PLN merupakan penjual atau produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang pengganti yang dekat, serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang mereka kehendaki.

            Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Sehingga. Dapat disimpulkan bahwa monopoli pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara. Pasal 33 mengamanatkan bahwa perekonomian Indonesia akan ditopang oleh 3 pemain utama yaitu koperasi, BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan swasta yang akan mewujudkan demokrasi ekonomi yang bercirikan mekanisme pasar, serta intervensi pemerintah, serta pengakuan terhadap hak milik perseorangan. Penafsiran dari kalimat “dikuasai oleh negara” dalam ayat (2) dan (3) tidak selalu dalam bentuk kepemilikan tetapi utamanya dalam bentuk kemampuan untuk melakukan kontrol dan pengaturan serta memberikan pengaruh agar perusahaan tetap berpegang pada azas kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


( Tugas 3 )

JURNAL TENTANG ETIKA BISNIS
PT. Unilever
                  Dampak pencemaran lingkungan yang timbul akibat limbah pabrik PT. Unilever  tanpa adanya etika bisnis dalam tanggung jawab sosial :

1. Dampak Pencemaran air
           
2. Dampak Pencemaran Udara

3. Dampak Pencemaran Tanah

PT. Wijaya Karya
                   Perseroan memandang perlunya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) oleh Perseroan.Untuk memperoleh manfaat dari penerapan GCG tersebut, Perseroan senantiasa berupaya menerapkan GCG dan mengembangkannya secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan penerapan GCG secara konsisten dan berkesinambungan yang didukung oleh integritas dan komitmen yang tinggi serta peran aktif dari berbagai perangkat dalam Perseroan, diharapkan GCG tidak hanya akan menjadi suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Perseroan tetapi menjadi bagian dari budaya Perseroan memandang perlunya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) oleh Perseroan.Untuk memperoleh manfaat dari penerapan GCG tersebut, Perseroan senantiasa berupaya menerapkan GCG dan mengembangkannya secara konsisten dan berkesinambungan. Pendekatan top-down dalam penerapan GCG oleh Perseroan, dengan memperhatikan peraturan yang berlaku dan budaya Perseroan, juga diharapkan dapat memperlancar penerapan GCG dan memperoleh dukungan dari setiap pihak.

Pendekatan teori dari adanya etika bisnis pada PT. Unilever dan PT. Wijaya Karya
PT. Unilever
           GCG (good corporate governance) atau yang lebih dikenal dengan tata kelola persahaan merupakan system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder.
PT. Wijaya Karya
          GCG (good corporate governance) atau yang lebih dikenal dengan tata kelola persahaan merupakan system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder.

Kelompok 2 ( Tugas 1 )
GAMBARAN UMUM PROFESI BISNIS PADA TANGGUNGJAWAB MORAL, SOSIAL BISNIS DAN LINGKUNGAN
Etika didefinisikan sebagai penyelidikan terhadap alam dan ranah moralitas dimana istilah moralitas dimaksudkan untuk merujuk pada ‘penghakiman’ akan standar dan aturan tata laku moral. Etika juga bisa disebut sebagai studi filosofi perilaku manusia dengan penekanan pada penentuan apa yang dianggap salah dan benar.
Dari definisi itu kita bisa mengembangkan sebuah konsep etika bisnis. Tentu sebagian kita akan setuju bila standar etika yang tinggi membutuhkan individu yang punya prinsip moral yang kokoh dalam melaksanakannya. Namun, beberapa aspek khusus harus dipertimbangkan saat menerapkan prinsip etika ke dalam bisnis.
Pertama, untuk bisa bertahan, sebuah bisnis harus mendapatkan keuntungan. Jika keuntungan dicapai melalui perbuatan yang kurang terpuji, keberlangsungan perusahaan bisa terancam. Banyak perusahaan terkenal telah mencoreng reputasi mereka sendiri dengan skandal dan kebohongan. Kedua, sebuah bisnis harus dapat menciptakan keseimbangan antara ambisi untuk mendapatkan laba dan kebutuhan serta tuntutan masyarakat sekitarnya. Memelihara keseimbangan seperti ini sering membutuhkan kompromi atau bahkan ‘barter’.
Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis dalam menjalankan good business dan tidak melakukan ‘monkey business’ atau dirty business. Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang etis agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang mempercayai adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus menghalau citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan tipu muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai implikasi etis dan oleh karenanya membawa serta tanggung jawab etis bagi pelakunya.

Berbisnis dengan etika adalah menerapkan aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis ada untuk mengontrol bisnis agar tidak tamak.

( Tugas 2 )
STUDI KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS PT. INDOFOOD (INDOMIE)

Indomie adalah merek produk mi instan dari Indonesia. Di Indonesia, Indomie diproduksi oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, hal ini menjadikan Indomie sebagai salah satu produk Indonesia yang mampu menembuspasar internasional . Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.Namun pemasaran Indomie ke luar negeri bukannya tanpa masalah, di Taiwan sempat terjadi masalah ketika produk Indomie ditarik dari pasaran, berikut ini penjelasannya “Pihak berwenang Taiwan pada tanggal 7 Oktober 2010 mengumumkan bahwa Indomie yang dijual di negeri mereka mengandung dua bahan pengawet yang terlarang, sehingga dilakukan penarikan semua produk mi instan "Indomie" dari pasaran Taiwan. Selain di Taiwan, dua jaringan supermarket terkemuka di Hong Kong untuk sementara waktu juga tidak menjual mi instan Indomie.

PEMBAHASAN MASALAH

Indofood merupakan salah satu perusahaan global asal Indonesia yang produk-produknya banyak di ekspor ke negara-negara lain. Salah satunya adalah produk mi instan Indomie. Di Taiwan sendiri, persaingan bisnis mi instant sangatlah ketat, disamping produk-produkmi instant dari negara lain, produk mi instant asal Taiwan pun banyak membanjiripasar dalam negeri Taiwan.Harga yang ditwarkan oleh Indomie sekitar Rp1500, tidak jauh berbeda dari harga indomie di Indonesia, sedangkan mi instan asal Taiwan dijual dengan harga mencapai Rp 5000 per bungkusnya. Disamping harga yang murah, indomie juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk mi instan asal Taiwan, yaitu memiliki berbagai varian rasa yang ditawarkan kepada konsumen. Dan juga banyak TKI/W asal Indonesia yang menjadi konsumen favorit dari produk Indomie selain karena harganya yang murah juga mereka sudah familiar dengan produk Indomie.Tentu saja hal itu menjadi batu sandungan bagi produk mi instan asal Taiwan, produkmereka menjadi kurang diminati karena harganya yang mahal. Sehingga disinyalir pihak perindustrian Taiwan mengklain telah melakukan penelitian terhadap produk Indomie, dan menyatakan bahwa produk tersebut tidak layak konsumsi karena mengandung beberapa bahan kimia yang dapat membahayakan bagi kesehatan.

Hal tersebut sontak dibantah oleh pihak PT. Indofood selaku produsen Indomie. Mereka menyatakan bahwa produk mereka telah lolos uji laboratorium denganhasil yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyatakan bahwa produk indomie telah diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dengan melalui tahap-tahap serangkaian tes baik itu badan kesehatan nasional maupun internasional yang sudah memiliki standarisasi tersendiri terhadap penggunaan bahan kimia dalam makanan, indomie dinyatakan lulus uji kelayakan untuk dikonsumsi.Dari fakta tersebut, disinyalir penarikan produk Indomie dari pasar dalam negeri Taiwan disinyalir karena persaingan bisnis semata, yang mereka anggap merugikan produsen lokal.Yang menjadi pertanyaan adalah mengapatidak sedari dulu produk indomie dibahas oleh pemerintah Taiwan, atau pemerintah melarang produk Indomie masuk pasar Taiwan?. Melainkan mengklaim produk Indomie berbahaya untuk dikonsumsi padasaat produk tersebut sudah menjadi produk yang diminati di Taiwan.

( Tugas 3 )

IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS PADA PT PENDAWA POLYSINDO

PENDEKATAN MASALAH 
Salah satu aspek penting yang dapat memberikan pengaruh terhadap keberhasilan suatu perusahaan adalah peran dari seorang pemimpin (Winarto, 2005). Jika peran pemimpin baik maka perusahaan akan berkembang dan namun jika peran pemimpin buruk, maka perlahan perusahaan akan jatuh. Salah satu unsur dasar pemimpin yang berkualitas adalah pemimpin yang memilki integritas yang tinggi (Maedjaja, 1995). Pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi, dapat kita lihat dari cara pemimpin tersebut bersikap dan berperilaku dalam menjalankan kegiatan bisnisnya misalnya dengan tidak melakukan tindakan pelanggaran etika dalam berbisnis. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilainilai tata cara hidup yang baik, aturan dan kebiasaan hidup yang baik (Keraf, 2010). Perkara yang biasanya muncul dalam etika mempunyai kaitan yang erat dengan kehidupan manusia khususnya di kalangan masyarakat yang melanggar agama dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu penting bagi setiap orang termasuk pemimpin sebuah perusahaan untuk memeluk dan taat pada suatu kepercayaan atau agama karena dalam masing-masing agama terdapat nilai-nilai kebajikan dan kebenaran mutlak yang terkandung dalam ajarannya yang dapat dipergunakan untuk
melihat nilai-nilai yang terkandung di dalam etika.

TUJUAN :  
1.      Untuk mengetahui pelaku bisnis menggunakan etika bisnis atau tidak.

TEORI PENDUKUNG 
1. Teori Teologi.
2. Teori Deontologi
3. Teori Hak Dalam pemikiran moral  
4. Teori Keutamaan (Virtue)

Kelompok 3 ( Tugas 1 )
MEMAHAMI PENTINGNYA PENERAPAN ETIKA KE DALAM BISNIS DENGAN PENDEKATAN MODEL ETIKA DALAM BISNIS DAN MANAJERIAL
Dalam bisnis dengan para pelakunya yang merupakan orang biasa, maka diperlukan prinsip-prinsip etika bisnis dan moral yang melandasi setiap pelaku bisnis tersebut. Adanya etika bisnis membuktikan bahwa bagi bisnis justru tidak ada pengecualian serta bukan pula bentuk permusuhan yang lama terhadap bisnis dan kegiatan ekonomis.
Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai – nilai moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan. Kelompok pemilik kepentingan yang memengaruhi keputusan bisnis adalah Para pengusaha dan mitra usaha, Petani dan perusahaan pemasok bahan baku, Organisasi pekerja, pemerintah, bank, investor, masyarakat umum serta pelanggan
Etika bisnis bisa membantu untuk mengambil keputusan moral yang dapat dipertanggungjawabkan, tapi tidak berniat mengganti tempat dari para pelaku moral dalam perusahaan.
Setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap semua pihak yang bersangkutan dengan perusahaannya seperti tanggung jawabnya terhadap lingkungan, karyawan, investor, pelanggan, masyarakat. Karena dengan beretika bisnis yang baik selain dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada perusahaan, juga sangat menentukan maju / mundurnya suatu perusahaan.

( Tugas 2 )
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP DIFERENSIASI PRODUK EXTRA JOSS ACTIVE RASA KRIM SODA
Jika kita lihat dari sisi etika bisnis, Extra Joss merupakan pihak yang menyinggung etika. Salah satu prinsip etika bisnis yaitu utilitarianisme mengatakan bahwa suatu bisnis dikatakan etis apabila bisnis yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat (Velasquez, 2014). Extra Joss dapat merugikan masyarakat karena sindiran yang ditujukan kepada Kuku Bima Energi membuat masyarakat tidak memiliki pilihan lain dalam menikmati minuman berenergi. Masyarakat terlebih konsumen pria menjadi ragu akan jati diri mereka apakah minuman berenergi lebih baik rasa original saja atau tidak akibat adanya slogan dari Extra Joss. Padahal rasa tidak menentukan apakah minuman tersebut menjadikan kita lebih berenergi atau tidak melainkan konten dari minuman tersebut. Konsep utilitarianisme dalam kasus ini menunjukan bahwa masyarakat seharusnya mempunyai pilihan dalam mengkonsumsi minuman berenergi mana yang akan dikonsumsi.
( Tugas 3 )
Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas Motor
Pendekatan masalah
CV Turangga Mas Motor mempunyai suatu masalah dengan terjadinya penurunan tingkat penjualan. Hal ini bisa disebabkan karena strategi pemasaran yang digunakan kurang tepat dan belum diketahuinya posisi perusahaan dari segi pertumbuhan dan pangsa pasar.
Teori pendukung
Pengertian Pemasaran Menurut Irawan (1998:10), Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dan kelompok mendapat apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu atau kelompok lainnya. Pengertian Bauran Pemasaran Menurut Lupiyoadi (2006:70), Bauran pemasaran merupakan alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas Motor ditetapkan dapat berjalan sukses. Ada empat inti bauran pemasaran, yaitu : product, Price, Place, dan Promotion, tetapi kemudian ditambah lagi dengan People, Process, dan Customer Service.
Kelompok 4 ( Tugas 1 )
Norma dan Etika dalam Pemasaran, Produksi, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Finansial
Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu  Ethos yang berarti adat istiadat. Etika adalah prinsip atau standar yang mengatur perilaku suatu komunitas, kelompok, organisasi dan individu. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat.
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain
Etika Iklan
Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (KBBI). Etika iklan berguna untuk membuat konsumen tertarik, iklan harus dibuat menarik bahkan kadang dramatis. Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu (langsung). Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa komunikasi iklan akan diterima oleh semua orang: semua usia, golongan, suku, dsb). Sehingga iklan harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis
Etika Iklan dalam Masyarakat
 Bagaimana melakukan komunikasi pemasaran kepada segmen yang rentan terhadap adat atau kebiasaan dan etika kesopanan yang berlaku dalam masyarakat tertentu. seperti misalnya soal sensualitas dan seksualitas, untuk kelompok masyarakat tertentu dianggap tabu, namun untuk kelompok lain dianggap wajar. Misalnya dalam suatu iklan minuman suplement khusus untuk orang dewasa menampilkan bintang Inul Daratista ( yang yang dikenal dengan goyangan yang erotis atau goyang ngebor), di bagian lain Inul dipasang dalam iklan minuman serbuk yang ditujukan untuk segmen anak-anak.
Etika dalam Kemasan dan Personal Selling 
Bentuk kemasan dan label serta gambar dalam kemasan dirancang sedemikian rupa sehingga diharapkan akan menimbulkan daya tarik bagi pelanggan. Namun dalam realitasnya dalam masyarakat kadang-kadang juga menimbulkan resistensi atau penolakan, walaupun sebelumnya telah dilakukan uji coba atau riset sebelum produk diluncurkan. Contoh, sebuah produk sabun cair untuk anak-anak yang kemasan botolnya dibuat seperti bentuk binatang Panda, dengan tujuan untuk merangsang konsumen anak – anak untuk membelinya, namun ternyata setelah dipasarkan, produk tersebut mendapat protes keras dari para pecinta binatang.
( Tugas 2 )
Etika bisnis
Etika bisnis adalah cara-cara yang dilakukan oleh suatu bisnis dalam menjalankan kegiatan bisnisnya yang mencakup berbagai aspek, baik itu individu, perusahaan, maupun masyarakat.
Etika dalam bisnis dapat juga diartikan sebagai suatu pengetahuan mengenai tata cara ideal dalam mengelola bisnis dengan memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal, ekonomi, dan sosial.
Setiap perusahaan harus memperhatikan dan menjalankan etika-etika yang berlaku, misalnya taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku.
Contoh Kasus
Liputan6.com, Lampung - Emosi para penumpang pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan 095 memuncak di gerbang dua Bandara Raden Intan Lampung. Sudah hampir tiga jam mereka menunggu, tapi pesawat yang seharusnya lepas landas pukul 06.00 WIB belum juga terbang.
Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (29/3/2019), dalam video amatir, terlihat puluhan calon penumpang melampiaskan emosi mereka kepada seorang petugas bandara.
Mereka pun semakin kesal karena penumpang dengan jam penerbangan lebih siang justru diberangkatkan tepat waktu.
Apalagi, mereka sebenarnya sudah diminta boarding lebih cepat, pukul 05.40 WIB. Namun, secara sepihak managemen maskapai mengumumkan adanya perbaikan pesawat yang menggangu jadwal penerbangan.
Pesawat akhirnya mengudara pukul 09.12 WIB atau delay lebih dari tiga jam. Pihak maskapai belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini. (Rio Audhitama Sihombing) 
Analisis
Berdasarkan Undang-undang nomer 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (“UU Penerbangan”) menjelaskan definisi keterlambatan sebagai berikut: ”Terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan.” Dan berdasarkan  Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia
( Tugas 3 )
IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS  PT. CAHAYA SUMBER REJEKI DI BANDUNG TAHUN 2017
Pembahasan
Hasil penelitian didapatkan setelah penulis melakukan wawancara kepada para narasumber yang telah dipilih untuk menjadi informan penelitian, kemudian setelah itu dilakukan reduksi data dengan membuat transkrip wawancara yang diperoleh dari rekaman selama wawancara berlangsung, kemudian data dianalisis untuk menilai butir-butir etika bisnis. Dari hasil penilaian terhadap penerapan pedoman etika bisnis di PT. XYZ. Perusahaan baru mencapai nilai 8.39  83,9%. Bila dilihat dari tabel 4.3, maka PT. XYZ sudah melaksanakan sebagian besar butir-butir etika bisnis dengan baik. Penilaian diatas dilakukan berdasarkan peringkat penilaian yang dikeluarkan oleh KNKG. Selain menjalankan bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang besar, sebaiknya PT. XYZ harus terus meningkatkan implementasi etika bisnis diperusahaannya agar perusahaan bisa terus berkembang kedepannya etika bisnis juga bisa membantu perusahaan membuat suatu keputusan dengan menyesuaikan norma yang ada. Menurut Streade et.al (1984) dalam (Sunyoto dan Putri, 2016:13) etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis. Sehingga selain pembangunan yang terus dilakukan oleh perusahaan, perusahaan bisa mengembangkan bisnisnya dengan citra yang baik sehingga akan mudah untuk perusahaan dalam memasarkan produknya bila perusahaan sudah memiliki reputasi yang baik. Untuk terus mengembangkan bisnisnya sebagai perusahaan yang mengimplementasikan etika bisnis, PT. XYZ harus memperhatikan beberapa poin berikut:
1.       Membuat program untuk masyarakat dan lingkungan hidup
2.       Mensejahterakan karyawan
3.       Melengkapi fasilitas di area proyek perusahaan.
4.       Menanggapi keluhan konsumen dengan cepat
5.       Lebih memperketat keamanan karna masih ada terjadi kasus pencurian dan adanya aksi keributan didalam kawasan.

Kelompok 5 ( Tugas 1 )

Kesadaran Moral, Pro&Kontra Dalam Etika Bisnis Melalui Pendekatan Jenis-Jenis Pasar

PRO DAN KONTRA DALAM ETIKA BISNIS
Bisnis adalah bisnis. Bisnis jangan dicampuradukkan dengan etika. Para pelaku bisnis adalah orang-orang yang bermoral, tetapi moralitas tersebut hanya berlaku dalam dunia pribadi mereka, begitu mereka terjun dalam dunia bisnis mereka akan masuk dalam permainan yang mempunyai kode etik tersendiri. Jika suatu permainan judi mempunyai aturan yang sah yang diterima, maka aturan itu juga diterima secara etis. Jika suatu praktik bisnis berlaku begitu umum di mana-mana, lama-lama praktik itu dianggap semacam norma dan banyak orang yang akan merasa harus menyesuaikan diri dengan norma itu. Dengan demikian, norma bisnis berbeda dari norma moral masyarakat pada umumnya, sehingga pertimbangan moral tidak tepat diberlakukan untuk bisnis dimana “sikap rakus adalah baik”(Ketut Rindjin, 2004:65).
Belakangan pandangan diatas mendapat kritik yang tajam, terutama dari tokoh etika Amerika Serikat, Richard T.de George. Ia mengemukakan alasan alasan tentang keniscayaan etika bisnis sebagai berikut.
·         Pertama, bisnis tidak dapat disamakan dengan permainan judi. Dalam bisnis memang dituntut keberanian mengambil risiko dan spekulasi, namun yang dipertaruhkan bukan hanya uang, melainkan juga dimensi kemanusiaan seperti nama bai kpengusaha, nasib karyawan, termasuk nasib-nasib orang lain pada umumnya.
·         Kedua, bisnis adalah bagian yang sangat penting dari masyarakat dan menyangkut kepentingan semua orang. Oleh karena itu, praktik bisnis mensyaratkan etika, disamping hukum positif sebagai acuan standar dlaam pengambilan keputusan dan kegiatan bisnis.
·         Ketiga, dilihat dari sudut pandang bisnis itu sendiri, praktik bisnis yang berhasil adalah memperhatikan norma-norma moral masyarakat, sehingga ia memperoleh kepercayaan dari masyarakat atas produ atau jasa yang dibuatnya.
Beberapa hal yang mendasari perlunya etika dalam kegiatan bisnis:
1.    Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib manusia yang terlibat di dalamnya. 
2.    Bisnis adalah bagian penting dalam masyarakat 
3.    Bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak – pihak yang melakukannya.


( Tugas 2 )
TELAT PEMBAYARAN GAJI PEMAIN CLUB SRIWIJAYA FC
Pembahasan Studi Kasus
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Palembang. Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini merupakan tim yang dimiliki oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Pemerintah ProvinsiSumatra Selatan.  Pada tahun 2018 Sriwijaya FC secara mengejutkan melepas sembilan pemain yaitu Adam Alis, Makan Konate, Novan Sasongko, Mohamadou Ndiaye, Rahmat, Patrich Wanggai, Bio Paulin, Hamka Hamzah, dan Alfin Tuasalamony  Ditamban  sang pelatih, yaitu Rahmad Darmawan, di pertengahan musim Liga 1 2018. Permasalahan keuangan yang melanda klub tersebut ditengarai sebagai permasalah utama keputusan . Sejak April silam, masalah keuangan yang melanda SFC memang sudah terendus. Kala itu bahkan beberapa pemain mereka mengancam untuk melakukan mogok latihan jika hak para pemain tak segera dipenuhi manajemen..
Kejadian ini tentu sangat menyedihkan, mengingat  selama ini mengenal Sriwijaya FC sebagai klub yang cenderung konsistan dan jarang sekali mengalami masalah finansial apalagi hingga telat membayar gaji para pemain.
PT. Sriiwjaya Optimis Mandiri (PT. SOM) selaku pemilik Sriwijaya FC, belum.bisa.membayar kewajibannya kepada pemain hal ini disebab Telatnya pembayaram yg dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dikarenakan belum mendapatkan sponsor utama, setelah gojek mundur dari daftari sponsor utama.  Yang Selama 2musim berturut-turut gojek Telah menjadi sponsor utama PT LIB dalam menyelenggarakan Liga1. PT LIB melalui gusti randa selaku anggota eksekutif pssi enggan menyebutkan alasan mundurnya gojek dari sponsor utama liiga1.
PT LIB disebut masih menunggak utang sebesar Rp 4.534.808.702. Rinciannya, dana rangking dan rating Liga 1 2017 sebesar Rp1.500.000.000, sisa kontribusi tahap ketujuh dan delapan Liga 1 2018 sebesar Rp 324.808.702, sisa pembayaran Elite Pro Akademy U-16 2018 sebesar Rp 2.150.000.000, dan pengembalian denda komisi disiplin 2018 sebesar Rp 560.000.000. Sementara itu, hak-hak pemain dan pelatih yang belum dibayarkan yaitu pada November 2018 dan Desember 2018, sebesar Rp 2.148.878.788. Ditambah, penyelesaian pembayaran Down Payment (DP) yang tertunggak kepada masing-masing rekening pemain sejumlah yakni sebesar Rp 724.750.000.
Manajemen Sriwijaya FC tak menampik hal tersebut. Mereka memang belum membayarkan gaji para pemain selama bulan November dan Desember 2018. Meski para pemain sudah buka suara, namun manajemen Sriwijaya FC juga belum bisa memberikan kepastian. Sebab, mereka masih menunggu dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sejauh ini, manajemen Sriwijaya FC memang baru menerima dana subsidi sebesar Rp 5,2 miliar dari total Rp 7,5 miliar yang harusnya diterima. Itu artinya, masih ada Rp 2,3 miliar dana subsidi yang belum dikucurkan oleh PT LIB. Nah, dana itulah yang nantinya akan digunakan untuk melunasi tunggakan gaji pemain. Manajemen Sriwijaya FC sudah berkirim surat ke PT LIB terkait dana subsidi. Surat dikirim pada 7 Januari lalu. Dalam surat itu, pihaknya juga meminta agar PT LIB bisa membantu dengan mengirim gaji langsung ke rekening masing-masing pemain, Jika subsidi dari PT LIB belum juga keluar untuk klub Sriwijaya FC, manajemen SFC akan menunggu pencairan dana denda hukuman klub yang akan dikembalikan setengah dari dana denda, ada sekitar Rp560 juta dana denda yang akan dikembalikan ke klub SFC berdasarkan surat keputusan dari Komisi Disiplin PSSI beberapa waktu lalu. Dana tersebut yang akan digunakan untuk pembayaran sisa DP pemain.  Diakuinya bahwa memang saat ini dana tersebut belum ditransfer kepada  klub. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh klub sebagian pencairan dana tersebut.

( Tugas 3 )
ANALISIS CUSTOMER SEGMENT,CHANNELS, DAN CUSTOMER RELATIONSHIP DALAM PEMBENTUKAN VALUE PROPOSITION DI STARBUCKS COFFEE
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan perusahaan starbucks coffee Indonesia telah menerapkan value proposition yang sama dengan value proposition yang telah ditentukan oleh starbucks coffee pusat. Isi dari value proposition tersebut adalah serving the best coffee and feels starbucks experience ( dengan memberi pelayanan dan kopi terbaik ), Coffee to be grown under the highest standart of quality beans ( biji kopi tumbuh dan diolah dengan memiliki standart kualitas tinggi nomor 1 di dunia ).
Penelitian ini dilakukan setelah adanya bom sarinah yang lokasinya berdekatan dengan starbucks coffee yang juga menjadi korban dalam kejadian tersebut, sehingga hal ini sangat berpengaruh besar terhadap kebijakan starbucks coffee asia di starbucks coffee Indonesia.
Teori Pendukung
1.      Tinjauan teori segmen pelanggan
2.      Saluran/channel
3.      hubungan pelanggan/customer relationship
4.      Proposisi nilai

Kelompok 6 ( Tugas 1 )
UTILITARIANISME
Utilitarianisme adalah filsafat yang telah ada selama berabad-abad, dan masih aktif dan populer di dunia modern. Ini penting tidak hanya dalam filsafat itu sendiri, tetapi dalam disiplin ilmu seperti ekonomi, ilmu politik, dan teori keputusan. Bagi sebagian orang, Utilitarianisme tampaknya menjadi satu-satunya filsafat etis yang jelas benar. Bagi yang lain, itu tampaknya sangat salah paham, bahkan tercela.
Utilitarianisme adalah teori etika yang menentukan benar dan salah dengan berfokus pada hasil. Utilitarianisme berpendapat bahwa pilihan yang paling etis adalah yang akan menghasilkan kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar. Ini adalah satu-satunya kerangka moral yang dapat digunakan untuk membenarkan kekuatan militer atau perang.
Ini juga merupakan pendekatan paling umum untuk penalaran moral yang digunakan dalam bisnis karena cara yang digunakan untuk memperhitungkan biaya dan manfaat. Namun, karena kami tidak dapat memprediksi masa depan, sulit untuk mengetahui dengan pasti apakah konsekuensi dari tindakan tersebut akan baik atau buruk. Ini adalah salah satu batasan utilitarianisme.
( Tugas 2 )
Studi Kasus: Ditolaknya pasien BPJS kesehatan disejumlah  rumah sakit di Indonesia.
Banyaknya pasien BPJS kesehatan yang ditolak sejumlah rumah sakit di indonesia dengan berbagai alasan (salah satunya penuhnya kamar pasien) membawa dampak tersendiri terhadap kesehatan pasien, kebanyakan dari pasien hanya dapat mengandalkan BPJS untuk berobat dirumah sakit, hal ini menimbulkan berbagai permasalahan baru seperti telatnya penanganan medis terhadap pasien yang ingin berobat membuat penyakit pasien semakin parah dan tidak sedikit dari mereka meregang nyawa akibat tertundanya layanan yang seharusnya diberikan pada saat dibutuhkan. Penolakan rumah sakit terhadap pasien BPJS bukan tanpa alasan, ini dikarenakan banyak rumah sakit yang mengalami tunggakan dan telat mendapatkan pembayaran dari BPJS kesehatan. Dan menurut Komisioner Ombudsman Dadan Suparjo, masalah pencairan dana juga menjadi faktor yang mempengaruhi hal tersebut, karena BPJS kesehatan baru mencairkan klaim rumah sakit dalam tempo 14 hari. Itupun belum tentu dana benar-benar cair dalam 14 hari, mungkin bisa lebih. Sehingga dalam kasus tertentu rumah sakit sengaja menyisihkan kamar untuk pasien umum non BPJS yang membayar secara cash, hal ini dilakukan untuk menjaga cash flow rumah sakit sebab rumah sakit juga membutuhkan cash flow. Telatnya pembayaran serta tunggakan-tunggakan yang dilakukan BPJS kesehatan terhadap rumah sakit didalangi oleh beberapa permasalahan, permasalahan-permasalahan itu diantaranya di sebabkan oleh defisit yang di alami BPJS kesehatan secara terus menerus dari tahun 2014, bahkan sampai 2018 diperkirakan defisit yang dialami BPJS kesehatan mencapai Rp 16,5 triliun, sampai pemerintah harus turun tangan untuk menyuntik dana sebesar Rp 10 triliun untuk BPJS kesehatan, dimana sebagian besar dari suntikan dana tersebut digunakan BPJS kesehatan untuk membayar klaim tagihan dari rumah sakit. Penyebab defisit yang terus menerus dialami BPJS kesehatan disebabkan ketidaksesuaian klaim biaya rumah sakit dan iuran yang dibayarkan peserta BPJS, dimana menurut direktur utama BPJS kesehatan Fahmi Idris, rata-rata pendapatan BPJS kesehatan perbulan adalah sebesar Rp 6,4 triliun sementara beban operasional yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 7,4 triliun, jadi setiap bulannya ada defisit sebesar Rp 1 triliun. Fahmi mengatakan iuran ideal yang seharusnya dibayarkan masyarakat di rumah sakit kelas 3 perbulannya Rp 50 ribu, kelas 2 Rp 63 rb, dan kelas 1 Rp 80 ribu, sedangkan pada pelaksanaannya hanya iuran kelas 1 yang telah sesuai, sedangkan iuran kelas 3 hanya membayar sebesar Rp 25.500 yang artinya harus disubsidi sebesar Rp 24.500 dan kelas 2 yang hanya membayar sebesar Rp 51 ribu perbulan sehingga harus disubsidi Rp 12 ribu, sehingga hal inilah yang membuat BPJS terus menerus mengalami defisit dan berdampak kepada terhambatnya pembayaran klaim yang dilakukan rumah sakit, dan hal ini pula berdampak langsung ke pasien yang menggunakan BPJS, ditambah biaya kesehatan peserta yang cukup tinggi.
( Tugas 3 )
Pelanggaran Etika Bisnis – Barang Tiruan (KW)
Pendekatan Masalah
Peredaran barang palsu berdampak kepada berbagai aspek, salah satunya penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap barang tersebut.
Pembahasan
Kontra:
            Peredaran barang palsu menyebabkan kerugian bagi penjual produk asli, tercatat pada tahun 2014 kerugian yang disebabkan oleh peredaran barang palsu diperkirakan mencapai Rp 65,1 triliun. Ternyata Indonesia bukan merupakan Negara yang mendapat dampak kerugian yang paling parah dari penjualan barang palsu, amerika serikat merupakan Negara yang paling dirugikan dari peredaran barang palsu, disusul oleh italia, prancis, swiss.
Pro:
            Akan tetapi dari bisnis barang palsu pun berdampak positif dalam menghidupi banyak orang.
Kelompok 7 ( Tugas 1 )
MAMPU MENGGUNAKAN PENGETAHUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASIKAN DAN MEMECAHKAN BERBAGAI PERSOALAN ETIKA YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN EKSTERNAL BISNIS (BUDAYA ORGANISASI, HUBUNGAN BUDAYA DAN ETIKA, KENDALA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA BISNIS ETIS)
Budaya Organisasi
Budaya organisasi memberikan ketegasan dan mencerminkan spesifikasi suatu organisasi sehingga berbeda dengan organisasi lain. Budaya organisasi melingkupi seluruh pola perilaku anggota organisasi dan menjadi pegangan bagi setiap individu dalam berinteraksi, baik di dalam ruang lingkup internal maupun ketika berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Oleh karena itu menurut Schein, secara komprehensif budaya organisasi didefenisikan sebagai pola asumsi dasar bersama yang dipelajari oleh  kelompok dalam suatu organisasi sebagai alat untuk memecahkan masalah terhadap penyesuaian faktor eksternal dan integrasi faktor internal, dan telah terbukti sah, dan oleh karenanya diajarkan kepada para anggota organisasi yang baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan dan merasakan dalam kaitannya dengan masalah-masalah yang dihadapi. Hal ini cukup bernilai dan, oleh karenanya pantas diajarkan kepada para anggota baru sebagai cara yang benar untuk berpersepsi, berpikir, dan berperasaan dalam hubungannya dengan problem-problem tersebut (dalam Hessel Nogi 2005:15)
Hubungan antara Etika dengan Kebudayaan 
Meta-ethical cultural relativism merupakan cara pandang secara filosofis yang yang menyatkan bahwa tidak ada kebenaran moral yang absolut, kebenaran harus selalu disesuaikan dengan budaya dimana kita menjalankan kehidupan soSial kita karena setiap komunitas sosial mempunyai cara pandang yang berbeda-beda terhadap kebenaran etika. Etika erat kaitannya dengan moral. Etika atau moral dapat digunakan okeh manusia sebagai wadah untuk mengevaluasi sifat dan perangainya. Etika selalu berhubungan dengan budaya karena merupakan tafsiran atau penilaian terhadap kebudayaan. Etika mempunyai nilai kebenaran yang harus selalu disesuaikan dengan kebudayaan karena sifatnya tidak absolut danl mempunyai standar moral yang berbeda-beda tergantung budaya yang berlaku dimana kita tinggal dan kehidupan social apa yang kita jalani.  Baik atau buruknya suatu perbuatan itu tergantung budaya yang berlaku. Prinsip moral sebaiknya disesuaikan dengan norma-norma yang berlaku, sehingga suatu hal dikatakan baik apabila sesuai dengan budaya yang berlaku di lingkungan sosial tersebut. Sebagai contoh orang Eskimo beranaggapan bahwa tindakan infantisid (membunuh anak) adalah tindakan yang biasa, sedangkan menurut budaya Amerika dan negara lainnya tindakan ini merupakan suatu tindakan amoral.
( Tugas 2 )
Studi Kasus Plagiatisme Mobile Legends vs League of Legends.
Dev. League of Legends tersebut merasa bahwa Moonton – dev. Mobile Legends telah melanggar hak cipta League of Legends lewat kemiripan karakter hero hingga beragam mekanisme  gameplay yang ada.
Tuntutan tersebut dilayangkan lewat salah satu pengadilan di California, Amerika Serikat. Lantas, apa yang terjadi dengan tuntutan hukum tersebut? Pengadilan Amerika ternyata menolak untuk menyibukkan dirinya dengan alasan “Forum non Conveniens”. Untuk Anda yang tidak familiar, alasan ini dikeluarkan jika pengadilan merasa bahwa ada tempat / forum yang lebih baik dan cocok bagi kedua pihak yang bertikai untuk menjalani proses hukum. Mengingat League of Legends racikan Riot Games berada di bawah bendera raksasa Tencent dan Moonton juga merupakan developer asal China, kasus ini akhirnya berakhir di China.
Tencent ternyata “melanjutkan” tuntutan hukum tersebut di China. Tidak menyerang nama Moonton sebagai perusahaan secara langsung atau Mobile Legends sebagai produk, Tencent menuntut hukum langsung CEO Moonton – Xu Zhenhua berdasarkan dokumen resmi yang dilansir oleh Dot Esports.
( Tugas 3 )
REVIEW JURNAL ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
PEMBAHASAN
            Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) merupakan kunci keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Keduanya merupakan dua hal yang sama pentingnya dilakukan oleh perusahaan apapun bisnisnya. Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan. Contohnya, ada kepercayaan bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan. Karena itu program CSR yang dijalankan perusahaan harus dijalankan bersamaan dijalankannya Etika Bisnis oleh perusahaan.
            Perusahaan yang melaksanakan Tanggung Jawab Sosial belum tentu menjalankan Etika Bisnis dengan baik, kalau pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial itu disertai dengan motivasi yang tidak baik. Sebaliknya perusahaan yang melaksanakan Etika Bisnis dengan baik pastilah juga akan melaksanakan Tanggung Jawab Sosialnya dengan baik. Jadi Etika Bisnis harus menjadi motor penggerak dilaksanakannya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.



























           













Komentar