Nama : Antonius
Lalaik Vavuu
Npm : 10216970
Kelas : 3EA04
Tugas
ETIKA BISNIS ( Rangkuman )
Kelompok
1 ( Tugas 1 )
MEMAHAMI
KONSEP DASAR ETIKA DAN MORAL PADA BERBAGAI PROFESI
Etika
Etika menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat adalah teori tentang tingkah laku perbuatan
manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
a.
ETIKA UMUM, berbicara
mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia
bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan
prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta
tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan
prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta
tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
b.
ETIKA KHUSUS, merupakan
penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang
kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil
keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya
lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.
kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil
keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya
lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.
Dari sistematika di atas, kita bisa
melihat bahwa Etika profesi
merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika
sosial. Kata hati atau niat biasa juga
disebut karsa atau kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan
oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
disebut karsa atau kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan
oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
b. Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ;
kelihatannya baik.
c. Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga
tidak baik.
d. Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga
terlihat baik.
Pengertian Moral
Pengertian
moral adalah merupakan
pengetahuan atau wawasan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab.
Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakuan.
Moralisasi yaitu uraian (pandangan dan ajaran) tentang perbuatan serta kelakuan
yang baik. Demoralisasi, yaitu kerusakan moral.
( Tugas 2 )
STUDI
KASUS ETIKA BISNIS PADA PT. PLN
Pengertian Etika
Bisnis
Etika bisnis merupakan landasan
tentang moralitas dalam ekonomi atau bisnis dan semua pihak yang terkait untuk
menghindari penyimpangan-penyimpangan ilmu ekonomi dan mencapai tujuan atau
mendapatkan laba, sehingga kita harus menguasai sudut pandang ekonomi, hukum
dan etika maupun moral agar bisa mencapai target yang diinginkan. Moralitas
selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh manusia, aspek baik atau buruk
yang dilakukan oleh seseorang. Tetapi sampai sekarang masih belom pernah etika
bisnis mendapat begitu banyak perhatian seperti sekarang.
Studi Kasus Melanggar
Etika Bisnis
PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) adalah
perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan listrik nasional.
Hingga saat ini, PT. PLN masih merupakan satu-satunya perusahaan listrik
sekaligus pendistribusinya. Dalam hal ini PT. PLN sudah seharusnya dapat
memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat, dan mendistribusikannya secara
merata.
Usaha
PT. PLN termasuk kedalam jenis monopoli murni. Hal ini ditunjukkan karena PT.
PLN merupakan penjual atau produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang
pengganti yang dekat, serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang
mereka kehendaki.
Pasal
33 UUD 1945 menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dipergunakan
sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Sehingga. Dapat disimpulkan bahwa
monopoli pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan
sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara. Pasal 33
mengamanatkan bahwa perekonomian Indonesia akan ditopang oleh 3 pemain utama
yaitu koperasi, BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan swasta yang akan
mewujudkan demokrasi ekonomi yang bercirikan mekanisme pasar, serta intervensi
pemerintah, serta pengakuan terhadap hak milik perseorangan. Penafsiran dari
kalimat “dikuasai oleh negara” dalam ayat (2) dan (3) tidak selalu dalam bentuk
kepemilikan tetapi utamanya dalam bentuk kemampuan untuk melakukan kontrol dan
pengaturan serta memberikan pengaruh agar perusahaan tetap berpegang pada azas
kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
( Tugas 3 )
JURNAL TENTANG ETIKA BISNIS
PT. Unilever
Dampak
pencemaran lingkungan yang timbul akibat limbah pabrik PT.
Unilever tanpa adanya etika bisnis dalam tanggung jawab
sosial :
1. Dampak Pencemaran air
2. Dampak Pencemaran Udara
3. Dampak Pencemaran Tanah
PT. Wijaya Karya
Perseroan memandang perlunya
penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) oleh
Perseroan.Untuk memperoleh manfaat dari penerapan GCG tersebut, Perseroan
senantiasa berupaya menerapkan GCG dan mengembangkannya secara konsisten dan
berkesinambungan. Dengan penerapan GCG secara konsisten dan berkesinambungan
yang didukung oleh integritas dan komitmen yang tinggi serta peran aktif dari
berbagai perangkat dalam Perseroan, diharapkan GCG tidak hanya akan menjadi
suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Perseroan tetapi menjadi bagian
dari budaya Perseroan memandang perlunya penerapan tata kelola perusahaan yang
baik (good corporate governance/GCG) oleh Perseroan.Untuk memperoleh manfaat
dari penerapan GCG tersebut, Perseroan senantiasa berupaya menerapkan GCG dan
mengembangkannya secara konsisten dan berkesinambungan. Pendekatan top-down
dalam penerapan GCG oleh Perseroan, dengan memperhatikan peraturan yang berlaku
dan budaya Perseroan, juga diharapkan dapat memperlancar penerapan GCG dan
memperoleh dukungan dari setiap pihak.
Pendekatan
teori dari adanya etika bisnis pada PT. Unilever dan PT. Wijaya Karya
PT. Unilever
GCG (good corporate governance) atau yang
lebih dikenal dengan tata kelola persahaan merupakan system yang mengatur dan
mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk
semua stakeholder.
PT. Wijaya Karya
GCG (good corporate governance) atau yang lebih dikenal dengan tata kelola
persahaan merupakan system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk
menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder.
Kelompok
2 ( Tugas 1 )
GAMBARAN
UMUM PROFESI BISNIS PADA TANGGUNGJAWAB MORAL, SOSIAL BISNIS DAN LINGKUNGAN
Etika didefinisikan sebagai penyelidikan terhadap alam dan ranah moralitas
dimana istilah moralitas dimaksudkan untuk merujuk pada ‘penghakiman’ akan
standar dan aturan tata laku moral. Etika juga bisa disebut sebagai studi
filosofi perilaku manusia dengan penekanan pada penentuan apa yang dianggap
salah dan benar.
Dari definisi itu kita bisa mengembangkan sebuah konsep etika bisnis. Tentu
sebagian kita akan setuju bila standar etika yang tinggi membutuhkan individu
yang punya prinsip moral yang kokoh dalam melaksanakannya. Namun, beberapa
aspek khusus harus dipertimbangkan saat menerapkan prinsip etika ke dalam
bisnis.
Pertama, untuk bisa bertahan, sebuah bisnis harus mendapatkan keuntungan.
Jika keuntungan dicapai melalui perbuatan yang kurang terpuji, keberlangsungan
perusahaan bisa terancam. Banyak perusahaan terkenal telah mencoreng reputasi
mereka sendiri dengan skandal dan kebohongan. Kedua, sebuah bisnis harus
dapat menciptakan keseimbangan antara ambisi untuk mendapatkan laba dan
kebutuhan serta tuntutan masyarakat sekitarnya. Memelihara keseimbangan seperti
ini sering membutuhkan kompromi atau bahkan ‘barter’.
Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis
dalam menjalankan good business dan tidak melakukan ‘monkey business’ atau
dirty business. Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan
manajemen bisnis yang etis agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang
yang mempercayai adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus
menghalau citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan tipu
muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai implikasi etis dan oleh karenanya membawa
serta tanggung jawab etis bagi pelakunya.
Berbisnis dengan etika adalah menerapkan aturan umum mengenai etika pada
perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan
kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai
etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika,
maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan,
kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak
etis dan tidak bermoral. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita
sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan
toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis ada untuk mengontrol bisnis agar
tidak tamak.
( Tugas 2 )
STUDI KASUS
PELANGGARAN ETIKA BISNIS PT. INDOFOOD (INDOMIE)
Indomie adalah
merek produk mi instan dari Indonesia. Di Indonesia, Indomie diproduksi oleh
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie
juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika
Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa,
hal ini menjadikan Indomie sebagai salah satu produk Indonesia yang mampu
menembuspasar internasional . Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie"
sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.Namun
pemasaran Indomie ke luar negeri bukannya tanpa masalah, di Taiwan sempat
terjadi masalah ketika produk Indomie ditarik dari pasaran, berikut ini
penjelasannya “Pihak berwenang Taiwan pada tanggal 7 Oktober 2010 mengumumkan
bahwa Indomie yang dijual di negeri mereka mengandung dua bahan pengawet yang
terlarang, sehingga dilakukan penarikan semua produk mi instan
"Indomie" dari pasaran Taiwan. Selain di Taiwan, dua jaringan
supermarket terkemuka di Hong Kong untuk sementara waktu juga tidak menjual mi
instan Indomie.
PEMBAHASAN MASALAH
Indofood merupakan salah
satu perusahaan global asal Indonesia yang produk-produknya banyak di ekspor ke
negara-negara lain. Salah satunya adalah produk mi instan Indomie. Di Taiwan
sendiri, persaingan bisnis mi instant sangatlah ketat, disamping produk-produkmi
instant dari negara lain, produk mi instant asal Taiwan pun banyak
membanjiripasar dalam negeri Taiwan.Harga yang ditwarkan oleh Indomie sekitar
Rp1500, tidak jauh berbeda dari harga indomie di Indonesia, sedangkan mi instan
asal Taiwan dijual dengan harga mencapai Rp 5000 per bungkusnya. Disamping
harga yang murah, indomie juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan
produk mi instan asal Taiwan, yaitu memiliki berbagai varian rasa yang
ditawarkan kepada konsumen. Dan juga banyak TKI/W asal Indonesia yang menjadi
konsumen favorit dari produk Indomie selain karena harganya yang murah juga
mereka sudah familiar dengan produk Indomie.Tentu saja hal itu menjadi batu
sandungan bagi produk mi instan asal Taiwan, produkmereka menjadi kurang diminati
karena harganya yang mahal. Sehingga disinyalir pihak perindustrian Taiwan
mengklain telah melakukan penelitian terhadap produk Indomie, dan menyatakan
bahwa produk tersebut tidak layak konsumsi karena mengandung beberapa bahan
kimia yang dapat membahayakan bagi kesehatan.
Hal tersebut sontak
dibantah oleh pihak PT. Indofood selaku produsen Indomie. Mereka menyatakan
bahwa produk mereka telah lolos uji laboratorium denganhasil yang dapat
dipertanggungjawabkan dan menyatakan bahwa produk indomie telah diterima dengan
baik oleh konsumen Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dengan
melalui tahap-tahap serangkaian tes baik itu badan kesehatan nasional maupun
internasional yang sudah memiliki standarisasi tersendiri terhadap
penggunaan bahan kimia dalam makanan, indomie dinyatakan lulus uji kelayakan
untuk dikonsumsi.Dari fakta tersebut, disinyalir penarikan produk Indomie dari
pasar dalam negeri Taiwan disinyalir karena persaingan bisnis semata, yang
mereka anggap merugikan produsen lokal.Yang menjadi pertanyaan adalah
mengapatidak sedari dulu produk indomie dibahas oleh pemerintah Taiwan, atau
pemerintah melarang produk Indomie masuk pasar Taiwan?. Melainkan mengklaim
produk Indomie berbahaya untuk dikonsumsi padasaat produk tersebut sudah menjadi
produk yang diminati di Taiwan.
(
Tugas 3 )
IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS
PADA PT PENDAWA POLYSINDO
PENDEKATAN MASALAH
Salah
satu aspek penting yang dapat memberikan pengaruh terhadap keberhasilan suatu
perusahaan adalah peran dari seorang pemimpin (Winarto, 2005). Jika peran
pemimpin baik maka perusahaan akan berkembang dan namun jika peran pemimpin
buruk, maka perlahan perusahaan akan jatuh. Salah satu unsur dasar pemimpin
yang berkualitas adalah pemimpin yang memilki integritas yang tinggi (Maedjaja,
1995). Pemimpin yang memiliki integritas yang tinggi, dapat kita lihat dari
cara pemimpin tersebut bersikap dan berperilaku dalam menjalankan kegiatan
bisnisnya misalnya dengan tidak melakukan tindakan pelanggaran etika dalam
berbisnis. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri
seseorang maupun pada suatu masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilainilai
tata cara hidup yang baik, aturan dan kebiasaan hidup yang baik (Keraf, 2010).
Perkara yang biasanya muncul dalam etika mempunyai kaitan yang erat dengan
kehidupan manusia khususnya di kalangan masyarakat yang melanggar agama dalam
kehidupan mereka. Oleh karena itu penting bagi setiap orang termasuk pemimpin
sebuah perusahaan untuk memeluk dan taat pada suatu kepercayaan atau agama
karena dalam masing-masing agama terdapat nilai-nilai kebajikan dan kebenaran
mutlak yang terkandung dalam ajarannya yang dapat dipergunakan untuk
melihat nilai-nilai yang
terkandung di dalam etika.
TUJUAN :
1.
Untuk mengetahui pelaku
bisnis menggunakan etika bisnis atau tidak.
TEORI PENDUKUNG
1. Teori Teologi.
2. Teori Deontologi
3. Teori Hak Dalam
pemikiran moral
4. Teori Keutamaan (Virtue)
Kelompok
3 ( Tugas 1 )
MEMAHAMI PENTINGNYA
PENERAPAN ETIKA KE DALAM BISNIS DENGAN PENDEKATAN MODEL ETIKA DALAM BISNIS DAN
MANAJERIAL
Dalam bisnis dengan
para pelakunya yang merupakan orang biasa, maka diperlukan prinsip-prinsip
etika bisnis dan moral yang melandasi setiap pelaku bisnis tersebut. Adanya
etika bisnis membuktikan bahwa bagi bisnis justru tidak ada pengecualian serta
bukan pula bentuk permusuhan yang lama terhadap bisnis dan kegiatan ekonomis.
Etika bisnis adalah
suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai – nilai moral dan norma
yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan.
Kelompok pemilik kepentingan yang memengaruhi keputusan bisnis adalah Para
pengusaha dan mitra usaha, Petani dan perusahaan pemasok bahan baku, Organisasi
pekerja, pemerintah, bank, investor, masyarakat umum serta pelanggan
Etika bisnis bisa
membantu untuk mengambil keputusan moral yang dapat dipertanggungjawabkan, tapi
tidak berniat mengganti tempat dari para pelaku moral dalam perusahaan.
Setiap perusahaan harus
memiliki tanggung jawab terhadap semua pihak yang bersangkutan dengan
perusahaannya seperti tanggung jawabnya terhadap lingkungan, karyawan,
investor, pelanggan, masyarakat. Karena dengan beretika bisnis yang baik selain
dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada
perusahaan, juga sangat menentukan maju / mundurnya suatu perusahaan.
( Tugas 2 )
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP
DIFERENSIASI PRODUK EXTRA JOSS ACTIVE RASA KRIM SODA
Jika kita lihat dari sisi etika bisnis, Extra Joss
merupakan pihak yang menyinggung etika.
Salah satu prinsip etika bisnis yaitu utilitarianisme mengatakan bahwa suatu bisnis dikatakan etis apabila bisnis yang dilakukan dapat
memberikan manfaat bagi masyarakat (Velasquez, 2014).
Extra Joss dapat merugikan masyarakat karena sindiran yang
ditujukan kepada Kuku Bima Energi membuat masyarakat tidak memiliki pilihan lain dalam menikmati minuman berenergi. Masyarakat
terlebih konsumen pria menjadi ragu akan jati diri mereka
apakah minuman berenergi lebih baik rasa original saja atau tidak akibat adanya
slogan dari Extra Joss. Padahal rasa tidak menentukan
apakah minuman tersebut menjadikan kita lebih berenergi atau tidak melainkan konten dari minuman tersebut. Konsep utilitarianisme
dalam kasus ini menunjukan bahwa masyarakat seharusnya
mempunyai pilihan dalam mengkonsumsi minuman berenergi
mana yang akan dikonsumsi.
(
Tugas 3 )
Analisis
Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor pada CV
Turangga Mas Motor
Pendekatan masalah
CV
Turangga Mas Motor mempunyai suatu masalah dengan terjadinya penurunan tingkat
penjualan. Hal ini bisa disebabkan karena strategi pemasaran yang digunakan
kurang tepat dan belum diketahuinya posisi perusahaan dari segi pertumbuhan dan
pangsa pasar.
Teori pendukung
Pengertian
Pemasaran Menurut Irawan (1998:10), Pemasaran adalah proses sosial dimana
individu dan kelompok mendapat apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu atau kelompok
lainnya. Pengertian Bauran Pemasaran Menurut Lupiyoadi (2006:70), Bauran
pemasaran merupakan alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu
program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi
pemasaran dan positioning yang Analisis Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan
Penjualan Kendaraan Motor pada CV Turangga Mas Motor ditetapkan dapat berjalan
sukses. Ada empat inti bauran pemasaran, yaitu : product, Price, Place, dan
Promotion, tetapi kemudian ditambah lagi dengan People, Process, dan Customer
Service.
Kelompok
4 ( Tugas 1 )
Norma dan Etika dalam Pemasaran, Produksi, Manajemen
Sumber Daya Manusia dan Finansial
Pengertian
Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos yang berarti adat istiadat. Etika
adalah prinsip atau standar yang mengatur perilaku suatu komunitas, kelompok,
organisasi dan individu. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik
pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat.
Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang
baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan
dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang
lain
Etika
Iklan
Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang
buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (KBBI). Etika iklan berguna untuk
membuat konsumen tertarik, iklan harus dibuat menarik bahkan kadang dramatis.
Tapi iklan tidak diterima oleh target tertentu (langsung). Iklan
dikomunikasikan kepada khalayak luas (melalui media massa komunikasi iklan akan
diterima oleh semua orang: semua usia, golongan, suku, dsb). Sehingga iklan
harus memiliki etika, baik moral maupun bisnis
Etika
Iklan dalam Masyarakat
Bagaimana
melakukan komunikasi pemasaran kepada segmen yang rentan terhadap adat atau
kebiasaan dan etika kesopanan yang berlaku dalam masyarakat tertentu. seperti
misalnya soal sensualitas dan seksualitas, untuk kelompok masyarakat tertentu
dianggap tabu, namun untuk kelompok lain dianggap wajar. Misalnya dalam suatu
iklan minuman suplement khusus untuk orang dewasa menampilkan bintang Inul
Daratista ( yang yang dikenal dengan goyangan yang erotis atau goyang ngebor),
di bagian lain Inul dipasang dalam iklan minuman serbuk yang ditujukan untuk
segmen anak-anak.
Etika
dalam Kemasan dan Personal Selling
Bentuk kemasan dan label serta gambar dalam kemasan
dirancang sedemikian rupa sehingga diharapkan akan menimbulkan daya tarik bagi
pelanggan. Namun dalam realitasnya dalam masyarakat kadang-kadang juga
menimbulkan resistensi atau penolakan, walaupun sebelumnya telah dilakukan uji
coba atau riset sebelum produk diluncurkan. Contoh, sebuah produk sabun cair
untuk anak-anak yang kemasan botolnya dibuat seperti bentuk binatang Panda,
dengan tujuan untuk merangsang konsumen anak – anak untuk membelinya, namun
ternyata setelah dipasarkan, produk tersebut mendapat protes keras dari para
pecinta binatang.
(
Tugas 2 )
Etika
bisnis
Etika bisnis adalah cara-cara yang dilakukan
oleh suatu bisnis dalam menjalankan kegiatan bisnisnya yang mencakup berbagai
aspek, baik itu individu, perusahaan, maupun masyarakat.
Etika dalam bisnis dapat juga diartikan sebagai suatu pengetahuan
mengenai tata cara ideal dalam mengelola bisnis dengan memperhatikan norma dan
moralitas yang berlaku secara universal, ekonomi, dan sosial.
Setiap perusahaan harus memperhatikan dan menjalankan etika-etika yang
berlaku, misalnya taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku.
Contoh Kasus
Liputan6.com, Lampung - Emosi para
penumpang pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan 095 memuncak di
gerbang dua Bandara Raden Intan Lampung. Sudah hampir tiga jam mereka menunggu,
tapi pesawat yang seharusnya lepas landas pukul 06.00 WIB belum juga terbang.
Seperti
ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (29/3/2019), dalam video amatir,
terlihat puluhan calon penumpang melampiaskan emosi mereka kepada seorang
petugas bandara.
Mereka
pun semakin kesal karena penumpang dengan jam penerbangan lebih siang justru
diberangkatkan tepat waktu.
Apalagi,
mereka sebenarnya sudah diminta boarding lebih cepat, pukul 05.40 WIB. Namun,
secara sepihak managemen maskapai mengumumkan adanya perbaikan pesawat yang
menggangu jadwal penerbangan.
Pesawat akhirnya
mengudara pukul 09.12 WIB atau delay lebih dari tiga jam. Pihak maskapai belum
memberikan keterangan resmi terkait hal ini. (Rio
Audhitama Sihombing)
Analisis
Berdasarkan
Undang-undang nomer 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (“UU Penerbangan”)
menjelaskan definisi keterlambatan sebagai berikut: ”Terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan
yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan.” Dan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89
Tahun 2015 Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan
Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia
( Tugas 3 )
IMPLEMENTASI
ETIKA BISNIS PT. CAHAYA SUMBER REJEKI DI
BANDUNG TAHUN 2017
Pembahasan
Hasil penelitian didapatkan setelah
penulis melakukan wawancara kepada para narasumber yang telah dipilih untuk
menjadi informan penelitian, kemudian setelah itu dilakukan reduksi data dengan
membuat transkrip wawancara yang diperoleh dari rekaman selama wawancara
berlangsung, kemudian data dianalisis untuk menilai butir-butir etika bisnis.
Dari hasil penilaian terhadap penerapan pedoman etika bisnis di PT. XYZ.
Perusahaan baru mencapai nilai 8.39
83,9%. Bila dilihat dari tabel 4.3, maka PT.
XYZ sudah melaksanakan sebagian besar butir-butir etika bisnis dengan baik.
Penilaian diatas dilakukan berdasarkan peringkat penilaian yang dikeluarkan
oleh KNKG. Selain menjalankan bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang besar,
sebaiknya PT. XYZ harus terus meningkatkan implementasi etika bisnis
diperusahaannya agar perusahaan bisa terus berkembang kedepannya etika bisnis
juga bisa membantu perusahaan membuat suatu keputusan dengan menyesuaikan norma
yang ada. Menurut Streade et.al (1984) dalam (Sunyoto dan Putri, 2016:13) etika
bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat
keputusan bisnis. Sehingga selain pembangunan yang terus dilakukan oleh
perusahaan, perusahaan bisa mengembangkan bisnisnya dengan citra yang baik
sehingga akan mudah untuk perusahaan dalam memasarkan produknya bila perusahaan
sudah memiliki reputasi yang baik. Untuk terus mengembangkan bisnisnya sebagai
perusahaan yang mengimplementasikan etika bisnis, PT. XYZ harus memperhatikan
beberapa poin berikut:
1.
Membuat program untuk masyarakat dan
lingkungan hidup
2.
Mensejahterakan karyawan
3.
Melengkapi fasilitas di area proyek
perusahaan.
4.
Menanggapi keluhan konsumen dengan cepat
5.
Lebih memperketat keamanan karna masih
ada terjadi kasus pencurian dan adanya aksi keributan didalam kawasan.
Kelompok 5 ( Tugas 1 )
Kesadaran Moral,
Pro&Kontra
Dalam Etika Bisnis Melalui Pendekatan Jenis-Jenis Pasar
PRO
DAN KONTRA DALAM ETIKA BISNIS
Bisnis adalah bisnis. Bisnis
jangan dicampuradukkan dengan etika. Para pelaku bisnis adalah orang-orang yang
bermoral, tetapi moralitas tersebut hanya berlaku dalam dunia pribadi mereka,
begitu mereka terjun dalam dunia bisnis mereka akan masuk dalam permainan yang
mempunyai kode etik tersendiri. Jika suatu permainan judi mempunyai aturan yang
sah yang diterima, maka aturan itu juga diterima secara etis. Jika suatu
praktik bisnis berlaku begitu umum di mana-mana, lama-lama praktik itu dianggap
semacam norma dan banyak orang yang akan merasa harus menyesuaikan diri dengan
norma itu. Dengan demikian, norma bisnis berbeda dari norma moral masyarakat
pada umumnya, sehingga pertimbangan moral tidak tepat diberlakukan untuk bisnis
dimana “sikap rakus adalah baik”(Ketut Rindjin, 2004:65).
Belakangan pandangan diatas
mendapat kritik yang tajam, terutama dari tokoh etika Amerika Serikat, Richard
T.de George. Ia mengemukakan alasan alasan tentang keniscayaan etika bisnis
sebagai berikut.
·
Pertama, bisnis tidak
dapat disamakan dengan permainan judi. Dalam bisnis memang dituntut keberanian
mengambil risiko dan spekulasi, namun yang dipertaruhkan bukan hanya uang,
melainkan juga dimensi kemanusiaan seperti nama bai kpengusaha, nasib karyawan,
termasuk nasib-nasib orang lain pada umumnya.
·
Kedua, bisnis adalah
bagian yang sangat penting dari masyarakat dan menyangkut kepentingan semua
orang. Oleh karena itu, praktik bisnis mensyaratkan etika, disamping hukum
positif sebagai acuan standar dlaam pengambilan keputusan dan kegiatan bisnis.
·
Ketiga, dilihat dari
sudut pandang bisnis itu sendiri, praktik bisnis yang berhasil adalah
memperhatikan norma-norma moral masyarakat, sehingga ia memperoleh kepercayaan
dari masyarakat atas produ atau jasa yang dibuatnya.
Beberapa
hal yang mendasari perlunya etika dalam kegiatan bisnis:
1.
Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk
tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib
manusia yang terlibat di dalamnya.
2.
Bisnis adalah bagian penting dalam
masyarakat
3.
Bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya
mampu memberikan pedoman bagi pihak – pihak yang melakukannya.
( Tugas 2 )
TELAT PEMBAYARAN GAJI PEMAIN CLUB SRIWIJAYA FC
Pembahasan Studi Kasus
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya
FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas
di Palembang. Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini
merupakan tim yang dimiliki oleh PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) setelah
terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Pemerintah ProvinsiSumatra Selatan. Pada
tahun 2018 Sriwijaya FC secara mengejutkan melepas
sembilan pemain yaitu Adam Alis, Makan Konate, Novan Sasongko, Mohamadou Ndiaye, Rahmat, Patrich Wanggai, Bio Paulin, Hamka Hamzah, dan Alfin Tuasalamony Ditamban sang pelatih, yaitu Rahmad
Darmawan, di pertengahan musim Liga 1 2018. Permasalahan keuangan yang
melanda klub tersebut ditengarai sebagai permasalah utama
keputusan . Sejak April silam, masalah keuangan yang
melanda SFC memang sudah terendus. Kala itu bahkan beberapa pemain mereka
mengancam untuk melakukan mogok latihan jika hak para pemain tak segera
dipenuhi manajemen..
Kejadian ini tentu sangat menyedihkan,
mengingat selama ini mengenal Sriwijaya
FC sebagai klub yang cenderung konsistan dan jarang sekali mengalami masalah
finansial apalagi hingga telat membayar gaji para pemain.
PT. Sriiwjaya Optimis Mandiri (PT. SOM) selaku pemilik
Sriwijaya FC, belum.bisa.membayar kewajibannya kepada pemain hal ini
disebab Telatnya pembayaram yg dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB)
dikarenakan belum mendapatkan sponsor utama, setelah gojek mundur dari daftari
sponsor utama. Yang Selama 2musim
berturut-turut gojek Telah menjadi sponsor utama PT LIB dalam menyelenggarakan
Liga1. PT LIB melalui gusti randa selaku anggota eksekutif pssi enggan menyebutkan
alasan mundurnya gojek dari sponsor utama liiga1.
PT LIB disebut masih menunggak utang sebesar Rp
4.534.808.702. Rinciannya, dana rangking dan rating Liga 1 2017 sebesar
Rp1.500.000.000, sisa kontribusi tahap ketujuh dan delapan Liga 1 2018 sebesar
Rp 324.808.702, sisa pembayaran Elite Pro Akademy U-16 2018 sebesar Rp
2.150.000.000, dan pengembalian denda komisi disiplin 2018 sebesar Rp
560.000.000. Sementara itu, hak-hak
pemain dan pelatih yang belum dibayarkan yaitu pada November 2018 dan Desember
2018, sebesar Rp 2.148.878.788. Ditambah, penyelesaian pembayaran Down Payment
(DP) yang tertunggak kepada masing-masing rekening pemain sejumlah yakni
sebesar Rp 724.750.000.
Manajemen Sriwijaya FC tak menampik hal
tersebut. Mereka memang belum membayarkan gaji para pemain selama bulan
November dan Desember 2018. Meski para pemain sudah buka suara, namun manajemen
Sriwijaya FC juga belum bisa memberikan kepastian. Sebab, mereka masih menunggu
dana subsidi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Sejauh ini, manajemen Sriwijaya
FC memang baru menerima dana subsidi sebesar Rp 5,2 miliar dari total Rp 7,5
miliar yang harusnya diterima. Itu artinya, masih ada Rp 2,3 miliar dana
subsidi yang belum dikucurkan oleh PT LIB. Nah, dana itulah yang nantinya akan
digunakan untuk melunasi tunggakan gaji pemain. Manajemen
Sriwijaya FC sudah berkirim surat ke PT LIB terkait dana subsidi. Surat dikirim
pada 7 Januari lalu. Dalam surat itu, pihaknya juga meminta agar PT LIB bisa
membantu dengan mengirim gaji langsung ke rekening masing-masing pemain, Jika subsidi dari PT LIB belum juga keluar
untuk klub Sriwijaya FC, manajemen SFC akan menunggu pencairan dana
denda hukuman klub yang akan dikembalikan setengah dari dana denda, ada sekitar
Rp560 juta dana denda yang akan dikembalikan ke klub SFC berdasarkan surat
keputusan dari Komisi Disiplin PSSI beberapa waktu lalu. Dana
tersebut yang akan digunakan untuk pembayaran sisa DP pemain. Diakuinya bahwa memang saat ini dana tersebut
belum ditransfer kepada klub. Ada
beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh klub sebagian pencairan dana
tersebut.
( Tugas 3 )
ANALISIS CUSTOMER SEGMENT,CHANNELS, DAN CUSTOMER
RELATIONSHIP DALAM PEMBENTUKAN VALUE PROPOSITION DI STARBUCKS COFFEE
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan perusahaan
starbucks coffee Indonesia telah menerapkan value proposition yang sama dengan
value proposition yang telah ditentukan oleh starbucks coffee pusat. Isi dari
value proposition tersebut adalah serving the best coffee and feels starbucks
experience ( dengan memberi pelayanan dan kopi terbaik ), Coffee to be grown
under the highest standart of quality beans ( biji kopi tumbuh dan diolah
dengan memiliki standart kualitas tinggi nomor 1 di dunia ).
Penelitian ini dilakukan setelah adanya bom sarinah yang
lokasinya berdekatan dengan starbucks coffee yang juga menjadi korban dalam
kejadian tersebut, sehingga hal ini sangat berpengaruh besar terhadap kebijakan
starbucks coffee asia di starbucks coffee Indonesia.
Teori
Pendukung
1.
Tinjauan
teori segmen pelanggan
2.
Saluran/channel
3.
hubungan
pelanggan/customer relationship
4.
Proposisi
nilai
Kelompok
6 ( Tugas 1 )
UTILITARIANISME
Utilitarianisme adalah filsafat yang telah ada selama berabad-abad,
dan masih aktif dan populer di dunia modern. Ini penting tidak hanya dalam
filsafat itu sendiri, tetapi dalam disiplin ilmu seperti ekonomi, ilmu politik,
dan teori keputusan. Bagi sebagian orang, Utilitarianisme tampaknya menjadi
satu-satunya filsafat etis yang jelas benar. Bagi yang lain, itu tampaknya
sangat salah paham, bahkan tercela.
Utilitarianisme adalah teori etika yang menentukan benar dan
salah dengan berfokus pada hasil. Utilitarianisme berpendapat bahwa pilihan
yang paling etis adalah yang akan menghasilkan kebaikan terbesar untuk jumlah
terbesar. Ini adalah satu-satunya kerangka moral yang dapat digunakan untuk
membenarkan kekuatan militer atau perang.
Ini juga merupakan pendekatan paling umum untuk penalaran moral
yang digunakan dalam bisnis karena cara yang digunakan untuk memperhitungkan
biaya dan manfaat. Namun, karena kami tidak dapat memprediksi masa depan, sulit
untuk mengetahui dengan pasti apakah konsekuensi dari tindakan tersebut akan
baik atau buruk. Ini adalah salah satu batasan utilitarianisme.
(
Tugas 2 )
Studi
Kasus: Ditolaknya pasien BPJS kesehatan disejumlah rumah sakit di Indonesia.
Banyaknya
pasien BPJS kesehatan yang ditolak sejumlah rumah sakit di indonesia dengan
berbagai alasan (salah satunya penuhnya kamar pasien) membawa dampak tersendiri
terhadap kesehatan pasien, kebanyakan dari pasien hanya dapat mengandalkan BPJS
untuk berobat dirumah sakit, hal ini menimbulkan berbagai permasalahan baru
seperti telatnya penanganan medis terhadap pasien yang ingin berobat membuat
penyakit pasien semakin parah dan tidak sedikit dari mereka meregang nyawa
akibat tertundanya layanan yang seharusnya diberikan pada saat dibutuhkan.
Penolakan rumah sakit terhadap pasien BPJS bukan tanpa alasan, ini dikarenakan
banyak rumah sakit yang mengalami tunggakan dan telat mendapatkan pembayaran
dari BPJS kesehatan. Dan menurut Komisioner Ombudsman Dadan Suparjo, masalah
pencairan dana juga menjadi faktor yang mempengaruhi hal tersebut, karena BPJS
kesehatan baru mencairkan klaim rumah sakit dalam tempo 14 hari. Itupun belum
tentu dana benar-benar cair dalam 14 hari, mungkin bisa lebih. Sehingga dalam
kasus tertentu rumah sakit sengaja menyisihkan kamar untuk pasien umum non BPJS
yang membayar secara cash, hal ini dilakukan untuk menjaga cash flow rumah
sakit sebab rumah sakit juga membutuhkan cash flow. Telatnya pembayaran serta
tunggakan-tunggakan yang dilakukan BPJS kesehatan terhadap rumah sakit
didalangi oleh beberapa permasalahan, permasalahan-permasalahan itu diantaranya
di sebabkan oleh defisit yang di alami BPJS kesehatan secara terus menerus dari
tahun 2014, bahkan sampai 2018 diperkirakan defisit yang dialami BPJS kesehatan
mencapai Rp 16,5 triliun, sampai pemerintah harus turun tangan untuk menyuntik
dana sebesar Rp 10 triliun untuk BPJS kesehatan, dimana sebagian besar dari
suntikan dana tersebut digunakan BPJS kesehatan untuk membayar klaim tagihan
dari rumah sakit. Penyebab defisit yang terus menerus dialami BPJS kesehatan
disebabkan ketidaksesuaian klaim biaya rumah sakit dan iuran yang dibayarkan
peserta BPJS, dimana menurut direktur utama BPJS kesehatan Fahmi Idris,
rata-rata pendapatan BPJS kesehatan perbulan adalah sebesar Rp 6,4 triliun
sementara beban operasional yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 7,4
triliun, jadi setiap bulannya ada defisit sebesar Rp 1 triliun. Fahmi
mengatakan iuran ideal yang seharusnya dibayarkan masyarakat di rumah sakit
kelas 3 perbulannya Rp 50 ribu, kelas 2 Rp 63 rb, dan kelas 1 Rp 80 ribu,
sedangkan pada pelaksanaannya hanya iuran kelas 1 yang telah sesuai, sedangkan
iuran kelas 3 hanya membayar sebesar Rp 25.500 yang artinya harus disubsidi
sebesar Rp 24.500 dan kelas 2 yang hanya membayar sebesar Rp 51 ribu perbulan
sehingga harus disubsidi Rp 12 ribu, sehingga hal inilah yang membuat BPJS
terus menerus mengalami defisit dan berdampak kepada terhambatnya pembayaran
klaim yang dilakukan rumah sakit, dan hal ini pula berdampak langsung ke pasien
yang menggunakan BPJS, ditambah biaya kesehatan peserta yang cukup tinggi.
(
Tugas 3 )
Pelanggaran
Etika Bisnis – Barang Tiruan (KW)
Pendekatan
Masalah
Peredaran
barang palsu berdampak kepada berbagai aspek, salah satunya penurunan tingkat
kepercayaan masyarakat terhadap barang tersebut.
Pembahasan
Kontra:
Peredaran barang palsu menyebabkan
kerugian bagi penjual produk asli, tercatat pada tahun 2014 kerugian yang
disebabkan oleh peredaran barang palsu diperkirakan mencapai Rp 65,1 triliun.
Ternyata Indonesia bukan merupakan Negara yang mendapat dampak kerugian yang
paling parah dari penjualan barang palsu, amerika serikat merupakan Negara yang
paling dirugikan dari peredaran barang palsu, disusul oleh italia, prancis,
swiss.
Pro:
Akan tetapi dari bisnis barang palsu
pun berdampak positif dalam menghidupi banyak orang.
Kelompok
7 ( Tugas 1 )
MAMPU MENGGUNAKAN PENGETAHUAN UNTUK MENGIDENTIFIKASIKAN
DAN MEMECAHKAN BERBAGAI PERSOALAN ETIKA YANG TERJADI DALAM LINGKUNGAN EKSTERNAL
BISNIS (BUDAYA ORGANISASI, HUBUNGAN BUDAYA DAN ETIKA, KENDALA DALAM MEWUJUDKAN
KINERJA BISNIS ETIS)
Budaya Organisasi
Budaya organisasi memberikan ketegasan dan mencerminkan
spesifikasi suatu organisasi sehingga berbeda dengan organisasi lain. Budaya
organisasi melingkupi seluruh pola perilaku anggota organisasi dan menjadi
pegangan bagi setiap individu dalam berinteraksi, baik di dalam ruang lingkup
internal maupun ketika berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Oleh karena
itu menurut Schein, secara komprehensif budaya organisasi didefenisikan sebagai
pola asumsi dasar bersama yang dipelajari oleh
kelompok dalam suatu organisasi sebagai alat untuk memecahkan masalah
terhadap penyesuaian faktor eksternal dan integrasi faktor internal, dan telah
terbukti sah, dan oleh karenanya diajarkan kepada para anggota organisasi yang
baru sebagai cara yang benar untuk mempersepsikan, memikirkan dan merasakan
dalam kaitannya dengan masalah-masalah yang dihadapi. Hal ini cukup bernilai
dan, oleh karenanya pantas diajarkan kepada para anggota baru sebagai cara yang
benar untuk berpersepsi, berpikir, dan berperasaan dalam hubungannya dengan
problem-problem tersebut (dalam Hessel Nogi 2005:15)
Hubungan antara Etika dengan Kebudayaan
Meta-ethical cultural relativism merupakan cara pandang
secara filosofis yang yang menyatkan bahwa tidak ada kebenaran moral yang
absolut, kebenaran harus selalu disesuaikan dengan budaya dimana kita
menjalankan kehidupan soSial kita karena setiap komunitas sosial mempunyai cara
pandang yang berbeda-beda terhadap kebenaran etika. Etika erat kaitannya dengan
moral. Etika atau moral dapat digunakan okeh manusia sebagai wadah untuk
mengevaluasi sifat dan perangainya. Etika selalu berhubungan dengan budaya
karena merupakan tafsiran atau penilaian terhadap kebudayaan. Etika mempunyai
nilai kebenaran yang harus selalu disesuaikan dengan kebudayaan karena sifatnya
tidak absolut danl mempunyai standar moral yang berbeda-beda tergantung budaya
yang berlaku dimana kita tinggal dan kehidupan social apa yang kita
jalani. Baik atau buruknya suatu
perbuatan itu tergantung budaya yang berlaku. Prinsip moral sebaiknya disesuaikan
dengan norma-norma yang berlaku, sehingga suatu hal dikatakan baik apabila
sesuai dengan budaya yang berlaku di lingkungan sosial tersebut. Sebagai contoh
orang Eskimo beranaggapan bahwa tindakan infantisid (membunuh anak) adalah
tindakan yang biasa, sedangkan menurut budaya Amerika dan negara lainnya
tindakan ini merupakan suatu tindakan amoral.
(
Tugas 2 )
Studi
Kasus Plagiatisme Mobile Legends vs League of Legends.
Dev.
League of Legends tersebut merasa bahwa Moonton – dev. Mobile Legends telah
melanggar hak cipta League of Legends lewat kemiripan karakter hero hingga
beragam mekanisme gameplay yang ada.
Tuntutan
tersebut dilayangkan lewat salah satu pengadilan di California, Amerika
Serikat. Lantas, apa yang terjadi dengan tuntutan hukum tersebut? Pengadilan
Amerika ternyata menolak untuk menyibukkan dirinya dengan alasan “Forum non
Conveniens”. Untuk Anda yang tidak familiar, alasan ini dikeluarkan jika
pengadilan merasa bahwa ada tempat / forum yang lebih baik dan cocok bagi kedua
pihak yang bertikai untuk menjalani proses hukum. Mengingat League of Legends
racikan Riot Games berada di bawah bendera raksasa Tencent dan Moonton juga
merupakan developer asal China, kasus ini akhirnya berakhir di China.
Tencent
ternyata “melanjutkan” tuntutan hukum tersebut di China. Tidak menyerang nama
Moonton sebagai perusahaan secara langsung atau Mobile Legends sebagai produk,
Tencent menuntut hukum langsung CEO Moonton – Xu Zhenhua berdasarkan dokumen
resmi yang dilansir oleh Dot Esports.
(
Tugas 3 )
REVIEW
JURNAL ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
PEMBAHASAN
Etika Bisnis dan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan (CSR) merupakan kunci keberlanjutan perusahaan dalam jangka
panjang. Keduanya merupakan dua hal yang sama pentingnya dilakukan oleh
perusahaan apapun bisnisnya. Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan
dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan. Contohnya, ada kepercayaan
bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan
perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan. Karena itu
program CSR yang dijalankan perusahaan harus dijalankan bersamaan dijalankannya
Etika Bisnis oleh perusahaan.
Perusahaan yang melaksanakan
Tanggung Jawab Sosial belum tentu menjalankan Etika Bisnis dengan baik, kalau
pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial itu disertai dengan motivasi yang tidak baik.
Sebaliknya perusahaan yang melaksanakan Etika Bisnis dengan baik pastilah juga
akan melaksanakan Tanggung Jawab Sosialnya dengan baik. Jadi Etika Bisnis harus
menjadi motor penggerak dilaksanakannya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
Komentar
Posting Komentar